Selasa, 17 Januari 2012

ikut kecanduan ....

Akhir-akhir ini saya mempunyai kecanduan baru.bukan..bukan kecanduan obat-obatan tetapi kecanduan bermain game.
Lebih tepatnya bermain DOTA (Defense Of The Ancient),untuk beberapa orang pasti tahu tentang ini.
Lebih tepatnya untuk sebagian cewek yang sering di tinggal cowoknya buat nge-game biasanya ga asing dengan nama ini (iya kita emang senasib kok -,-)
Awal mula nya saya bisa tertarik dengan game ini adalah tidak lain dan tidak bukan dari pacar tercinta.ketika pacar tercinta sering kali melupakan saya untuk waktu yang terbilang ga wajar hanya untuk bermain game.
Terlebih lagi ketika berkomunikasi pun topik nya ga jauh-jauh dari DOTA ini.
Akhirnya saya pun penasaran.dengan tekad yang membara bahwa saya akan mencandu game ini dan sedikit melupakan dia dengan harapan dia akan mencari saya seperti saya mencari dia ketika bermain game (sampai detik ini harapan saya belum terkabul dan seperti nya tidak akan terkabul) saya mulailah mencari tahu tentang DOTA ini.
Kebetulan sekali ada teman se-kampus yang sudah tidak bermain DOTA lagi yang saya sebut sebagai mantan pencandu.dia mau membantu saya menjajal dota ini.dari mulai memberikan aplikasi nya sampai bercerita tentang pengalaman nya selama menjadi pecandu.
Tetapi tetap saja saya buta tentang DOTA ini!!!
Akhirnya saya tanya ke si pacar.dan dengan singkat ,jelas dan padat ia menyuruh saya belajar langsung di DGI (DOTA Guide Indonesia).awalnya ia menyarankan untuk memakai balanar atau bloodseeker.karena ia ahli dalam menggunakan kedua nya sehingga lebih mudah buat dia untuk mengajarinya.tetapi karena kedua nya melee (hero jarak deket) saya kurang suka.sampai suatu ketika dia mengenalkan saya pada traxex the drow ranger.setelah di lihat dan di telaah (ejie) saya cukup tertarik dengan traxex ini.karena 1. Dia perempuan 2.dia pemanah.waah saya ngerasa ini mencerminkan saya banget (dari sisi mana!?!)
Dengan hanya  berbekal ilmu pengetahuan dari DGI dan semangat untuk mencoba game baru saya coba terjun ke lapangan untuk bermain DOTA.dan kesimpulannya adalah TERNYATA MAIN DOTA TANPA GURU ITU SUSAH YA.ada beberapa alasan kenapa saya bilang susah,yaitu :
1.       Saya harus selalu melihat catatan yang saya buat tentang build skill nya
2.       Saya harus memahami teknik permainannya di early game,mid game dan late game
3.       Saya harus pintar creeping (untuk yang satu ini cukup susah,karena walaupun saya sudah sering bermain saya masih belum jago nge-creep.time untuk last hit selalu ga tepat)
4.       Saya harus menghapal item-item yang saya beli
5.       Di tambah saya tetap harus mencari item yang harus saya beli,belum lagi di yang black market (saya bilang black market karena tempatnya tersembunyi di hutan)
6.       Dan yang terakhir adalah saya belajar tanpa ada yang mengajari saya!!
Ini antara ngebet main atau sok-sokan ya…
Ditambah lagi sang pacar yang pernah bilang kalau sampai ada orang yang minum panadol karena stress bermain DOTA.waduhh makin penasaran deh sama nih game (mudah-mudahan ga sampai minum panadol juga karena ribet mikirin gimana cara main DOTA)
Hari pertama,main dua kali lalu udahan..
Hari kedua, main dua kali lalu udahan..
Hari ketiga, main empat kali lalu udahan..
Akhirnya lama-kelamaan suka dan jadi candu.saya penasaran untuk terus memaksimalkan traxex saya ini.saya terus mencoba kombinasi-kombinasi baru untuk skill build traxex.sampai dengan kombinasi item apa saja yang saya beli.dengan saran dari sang pacar akhirnya traxex saya menjadi  cukup jago.hahahahaha
Memang sih saya belum pernah mencoba melawan orang tetapi seengganya track record saya bermain sendiri adalah membunuh 39 hero dalam satu game.hahahaha cukup membanggakan untuk saya.
Nb : di sarankan untuk cewek-cewek yang sering di tinggal pacarnya main game,cobalah game yang dia mainkan.siapa tahu kalian jadi suka juga dan bisa main berdua deh.seengganya kita bisa menemukan bahan omongan baru lagi kan buat si pacar… ;)

perfect couple (?)

“Let's just say in some alternate universe, there's a couple just like us, okay? Only she's healthy and he's perfect. And their world is about how much they're going to spend on vacation or who's in a bad mood that day, or whether they feel guilty about having a cleaning lady. I don't want to be those people. I want us. You. This.”
Quote ini saya kutip dari film love and other drugs.film yang baru-baru ini saya tonton (oke mungkin saya ketinggalan jaman karena baru nonton film itu baru-baru ini)
Secara garis besar ini menggambarkan tentang saya dan pasangan saya (cieeee)
Di mata saya,saya merasa ga pantas untuk mendampingi dia.
Dia pintar,kesayangan guru-guru,cukup tampan dan di kelilingi dengan orang yang popular di sekitarnya.
Sedangkan saya?
Oke saya ga terlalu cantik,ga terlalu pintar,dan saya kurang suka bergaul dengan orang yang popular.
Saya cukup paranoid dengan kata popular.tetapi ya sudahlah kita bahas kenapa saya paranoid dengan ke popular-an di post-an yang lain ;)
Dari hal-hal yang saya sebutkan tadi cukup menjelaskan kan kenapa saya ga pede?
Sejujurnya saya ga tahu kenapa dia bisa mau sama saya.
Menurut saya dia bisa menemukan seseorang yang lebih cantik,lebih pintar yang setidaknya lebih pantas untuk berada di samping dia.selain itu juga banyak sekali perbedaan yang membuat saya semakin ga pede.contoh simple nya adalah dia yang perfeksionis dan saya yang cukup urakan.banyak hal yang cukup bisa di pertanyakan kenapa kita berdua masih bisa sama-sama.
Tetapi itu semua hanya ketakutan yang saya buat sendiri.
Sampai suatu ketika dia bilang”ya mungkin aku bisa ngedapetin yang lebih cantik dan lebih pintar yang kamu bilang.tetapi aku ga yakin kalo dia lebih cocok dan lebih ngerti aku di banding kamu”
Aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh…
Dari itu saya sadar.bahwa untuk menjadi pasangan sempurna itu ga harus cowok tampan dan cewek cantik.bukan pasangan yang selalu bermalam mingguan berdua.bukan pasangan yang selalu memberi kan surprise.bukan pasangan yang selalu mengucapkan kata cinta di jejaring sosial.bukan pasangan  yang memakai baju couple.bukan pasangan yang memiliki banyak kesamaan.bukan pasangan yang berkejar-kejaran di taman bunga.bukan pasangan yang cowoknya selalu siap antar-jemput kemanapun ceweknya mau (ini supir atau pacar?)
Tetapi pasangan yang bisa saling melengkapi.bisa saling mentoleransi perbedaan yang ada.toh karena itu kan tuhan memasangkan lelaki dengan perempuan?
Dengan segala perbedaan yang ada.yang paling kelihatan adalah fisik.fisik aja udah beda apalagi dalemnya.eehh jangan ngeres maksudnya cara berpikirnya :p
Bukan hanya memahami perbedaan masing-masing tetapi juga bisa memahami kelebihan dan kekurangan diri kita masing-masing.
Yang kita perlu mengerti bahwa pasti ada walau hanya satu alasan kenapa orang itu memilih dan mempercayakan kita untuk berada di sisi mereka.
Dan yang sebaiknya kita lakukan adalah menjaga kepercayaan nya baik-baik.
Banyak orang bilang kita harus selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk pasangan kita.tetapi sampai batas manakah yang terbaik untuk pasangan kita itu? salah-salah kita malah berubah menjadi bukan apa yang kita mau, hanya demi orang yang kita sayangi itu.
 yang terpenting untuk saya adalah PERCAYA”.
PERCAYA BAHWA KITA DAN PASANGAN  KITA SELALU BERUSAHA YANG TERBAIK UNTUK DIRI KITA MASING-MASING DAN SATU SAMA LAINNYA. J

Senin, 16 Januari 2012

benar atau salah?benar untuk siapa?

Ternyata yang baru saya sadari dengan bertambahnya umur saya yang semakin ‘tua’ ini adalah saya ga bisa memandang suatu masalah dengan begitu naïf lagi.
Banyaknya problema hidup yang saya alami dan yang saya dengar dari teman-teman saya membuat saya cukup sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Benar untuk siapa?
Diri kita sendiri?
Atau untuk mereka?
Sebagai contoh jika pasangan kita memutuskan untuk berpisah dengan alasan ini yang terbaik untuk kita.
Apakah yang terlintas di pikiran kita?
“baik untuk kita?dari sisi mana?aku masih sayang sama kamu.bagaimana bisa kamu bilang ini yang terbaik untuk kita?ini hanya terbaik untuk kamu”
Bukankah itu yang terlintas?
Saya tidak menyalahkan orang-orang yang menggunakan alasan tersebut untuk berpisah dengan pasangannya.mungkin saja ia berpikir kalau hubungan yang dipaksakan ini terus di lanjutkan akan menyakiti masing-masing.jadi dia berkata kalau ini yang terbaik untuk kita.tujuan dia baik bukan?tetapi itu belum menjadi kenyataan dan itu masih di bayangan dia yang belum kita bisa lihat.
Benar atau salah itu tergantung dari sudut pandang siapa dan kondisi seperti apa.
Sekarang saya tidak hanya melihat warna hitam dan putih saja.dengan begitu banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.Saya bisa melihat yang namanya warna abu-abu.warna yang samar-samar.
Saya menempatkan posisi saya di daerah abu-abu itu.
Saya tidak berani menjudge ini salah dan itu benar.
Kelihatan plin plan sepertinya.tetapi saya ga plin plan.
Saya berusaha memahami dari kedua pihak itu.toh saya bukan tuhan yang menjudge ini salah dan ini benar.
Saya hanya manusia biasa yang mungkin suatu saat nanti saya berada di posisi yang salah tetapi menurut saya ini benar.
Terdengar keras kepala,tetapi saya cukup tahu apa yang baik untuk diri saya.
Toh baik untuk orang lain belum tentu baik buat kita dan baik untuk kita belum tentu baik untuk orang lain kan?

Merah dan Biru

Oke kayaknya bakalan banyak orang bingung dengan judul saya.
Merah dan Biru.
saya bukan mau membahas tentang warna ini.tetapi analogi nya buat  hidup saya.saya orang yang cukup sering menggunakan analogi aneh yang sedang terlintas di benak saya.
Tentang merah dan biru ini adalah tentang bagaimana kita menempatkan diri kita sebagai diri kita yang dapat di terima orang .
Seumur hidup kita sebagai manusia kita harus terus beradaptasi.tetapi segelintir orang mengartikan adaptasi adalah merubah diri kita menjadi apa yang orang sekitar mau.
Saya ga bilang itu salah.tetapi saya juga ga bilang itu benar.
Itu balik ke sudut pandang masing-masing.
Motto saya ketika beradaptasi adalah jadilah seperti air.walaupun masuk ke bejana atau wadah yang berbeda-beda dia tetaplah air.
Mungkin  dia berubah bentuk tetapi dia adalah tetap air.
Mengerti?
Belum?
Oke saya perjelas.dimanapun kita masuk ke komunitas baru,jadilah diri sendiri.
Terima ga terima,suka ga suka,inilah diri kita.
Inilah yang akan kita bawa sepanjang kita berada di dunia ini.
Jangan jadi bunglon.nemplok ke daun warna nya jadi daun,nemplok ke batang dia warnanya jadi batang.orang ga bisa ngeliat bunglon.
Beda kan sama air.
Kenapa bunglon mengubah warnanya?
Karena dia ngerasa terancam.jadi dia menyamakan warnanya dengan apa yang di sekitarnya.
tetapi apakah manusia perlu seperti itu?
Adakah predator yang mengancam manusia sehingga manusia harus ber kamuflase?
Tentu tidak jawabannya.
Janganlah takut menunjukkan warna mu.
Anggaplah diri kalian itu adalah baju.mungkin pasaran menginginkan warna merah.tetapi yakinlah 1:10 orang sedang menginginkan warna biru.
Apakah kita ga mau bertemu dengan seseorang yang menerima kita apa adanya seperti itu?
Tetapi jangan sama artikan dengan kita ga mau berusaha menjadi terbaik untuk diri kita dan orang lain.
Berusaha lah menjadi terbaik dengan cara kita masing-masing.
Beda ladang beda belalang
Beda kepala beda pikiran
Jadilah innovator bukan follower
Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan kok.se-sempurna-sempurnanya orang dia pasti tetap punya kelemahan.tetapi orang yang terlihat sempurna itu pintar menyembunyikan kekurangannya.sehingga kelebihannya lah yang selalu terlihat.
Jadi banggalah dengan kelebihan yang tuhan ciptakan buat kita masing-masing.
Saya yakin kok orang yang terlihat sempurna itu terkadang suka mengeluhkan hidupnya.
Maklum manusia..rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau kan? ;)

kawin muda (ow ow ow)

Beberapa dari kita mengimpikan yang namanya kawin muda. Disaat hasrat masih menggebu-gebu dalam darah muda yang diatas-namakan cinta. Kawin muda masih menyimpan pro dan kontra, Banyak sekali hal yang akan kita korban kan jika kita memutuskan untuk melakukan ‘hal itu’.
Seperti karir yang sedang menanjak dan masa muda yang ‘liar’ ,untuk alasan yang itu paling sering menjadi bahan pertimbangan yang berat, Contohnya jika kita memutuskan untuk menikah di usia 22(untuk saya itu termasuk umur yang muda karena itu baru lulus kuliah.iya kalo kuliahnya bener terus lulus umur segitu).
Terlalu disayangkan memang  jika kita menikah dan mengorbankan usaha kita yang cukup besar untuk mengenyam pendidikan kuliah tersebut. bukan dari segi biaya, tapi benar-benar usaha seperti bolak-balik ke kampus dengan jam kuliah yang tidak ber-keperimahasiswaan.kuliah pertama jam 8 pagi lalu lanjut mata kuliah pada jam 2 siang. Kalo kos-an nya deket,enak bisa berleha-leha dulu di kamar yang sejuk.Kalo jauh? Terus ga bisa balik ke kos-an? Belum juga kita mengejar-ngejar dosen untuk membantu skripsi kita. COBA PIKIRKAN!!!! ( Atau harus gua Bold agar bisa lebih terlihat).
Salah satu pengalaman teman saya,dia sampai mengeluarkan duit sekian juta untuk ‘membiayai’ skripsinya itu.sunggguh tidaklah murah bukan? (Coba bayangin barapa banyak donat yang bisa gua beli di dunkin dengan uang segitu???).
Belum lagi kenyataan pahitnya kita menggugurkan cita-cita orang tua kita yang menginginkan kita sukses sebagai diri kita sendiri.
Seperti cita-cita orang tua saya.papa saya selalu berkata “papa ga bangga kalo anak papa sukses karena suaminya kaya.papa bangga kalo anak-anak papa sukses atas usahanya sendiri.karena secara ga langsung papa berhasil mencetak anak papa menjadi sukses
Bener juga kata papa.buat apa capek-capek kita kuliah kalo ujung-ujungnya kita hanya diam di rumah dan mengurus anak?
Tetapi dengan argumen seperti itu bukan berarti saya ingin menikah di umur yang tua.
Absolutely no!!!
Saya mau nikah di umur yang pas.sekitar umur 24-27, Saya juga ingin tetap menjadi wanita karir,walaupun ada tentangan dari pihak pasangan.tetapi dengan argument yang cukup kuat akhirnya dia mengijinkan saya untuk menjadi wanita karir nantinya.
Tetapi bayangan tetaplah menjadi bayangan sampe sekarang.
Saya tetap menjadi mahasiswi dan pasangan saya masih tetaplah mahasiswa.secara umur kita hanya terpaut satu tahun lebih tua,belum lagi kenyataan bahwa Dia pun tidak siap jika harus menikah muda.
Kata dia “tindakan yang egois.kalo aku belum mapan. mau di kasih makan apa nanti anak kita?belum bisa ngebahagiain orang tua juga”.
Tetapi lain kasus jika seumuran saya sudah menemukan tambatan hati yang sudah mapan.yang sudah mampu memberi nafkah lahir dan batin.
Bukan hak saya juga untuk menjudge masalah nikah muda ini.
Masing-masing orang punya tujuan yang berbeda walaupun untuk saat ini berada di jalan yang sama. Tetapi untuk hal yang secomplicated ini sebaiknya di pikirkan secara baik-baik, Jangan hanya karena hasrat yang di namakan cinta.
***


my new blog -,-

Setelah berkali-kali gue mencoba buka blog gue yang lama dan akhirnya adalah GAK BISA!!!.
Walaupun udah di bantuin temen gue yang cukup hi tech (hoek!)ternyata tetep ga bisa.
Berhubung kebiasaan gue yang cepet lupa.di tambah lagi banyak account yang password nya berbeda-beda (kali ini gue akan menyamakan semua password account gue),gue memutuskan untuk membuat blog baru.
Ga beda dari blog sebelumnya juga sih,gue cuma mau menyalurkan sudut pandang gue dalam semua hal yang ada di sekitar gue, Tapi kayaknya ada bedanya sedikit.berhubung umur gue juga yang bukan ABG,kayaknya malu kalo masih labil-labilan kayak kemarin.jadi ini juga sebagai perubahan sudut pandang gua di masa yang baru (eeyyaaa).
Ga nyangka beberapa bulan lagi gue bakalan menginjak kepala 2!!
Yei,gue excited banget dengan kepala 2 ini.emang sih kedewasaan ga bisa di tolak ukur dengan umur.tapi seengganya ini bakalan buat cermin gue dalam tindak tanduk gue.
Udah gede,udah mau kepala 2 masa masih mau kekanak-kanakan.
Beberapa orang sekitar gue cukup stress dengan kepala 2 ini.mereka bilang udah hidup di dunia ini kurang lebih 20 tahun tapi apa yang mereka udah capai dan lakukan untuk orang sekitar mereka? Itu pertanyaan cukup sensitive sih.
Gue pun di perjalanan mencapai umur 20 ini merasa belum mencapai apapun, Tapi gue ga pesimis.gue pernah baca di salah satu buku motivator “kalo di dunia ini ga ada orang yang ga berguna.ataupun ga men-influence kan sesuatu”. Pasti mereka berguna untuk orang lain atau kalo ga untuk orang terdekat mereka, Walaupun yang mereka tularkan itu belum tentu kebiasaan baik.tapi kan tetep aja kan menularkan sesuatu?
Jadi ya untuk orang-orang yang akan menuju umur 20 tahun,semangat lah!!
Seengganya kalian masih mendapatkan kesempatan untuk mengubah diri kalian dan dunia di umur kalian yang baru J
Oke gue juga cuma mau say hi untuk blog yang baru ini.
HI…. :)