Senin, 16 Januari 2012

Merah dan Biru

Oke kayaknya bakalan banyak orang bingung dengan judul saya.
Merah dan Biru.
saya bukan mau membahas tentang warna ini.tetapi analogi nya buat  hidup saya.saya orang yang cukup sering menggunakan analogi aneh yang sedang terlintas di benak saya.
Tentang merah dan biru ini adalah tentang bagaimana kita menempatkan diri kita sebagai diri kita yang dapat di terima orang .
Seumur hidup kita sebagai manusia kita harus terus beradaptasi.tetapi segelintir orang mengartikan adaptasi adalah merubah diri kita menjadi apa yang orang sekitar mau.
Saya ga bilang itu salah.tetapi saya juga ga bilang itu benar.
Itu balik ke sudut pandang masing-masing.
Motto saya ketika beradaptasi adalah jadilah seperti air.walaupun masuk ke bejana atau wadah yang berbeda-beda dia tetaplah air.
Mungkin  dia berubah bentuk tetapi dia adalah tetap air.
Mengerti?
Belum?
Oke saya perjelas.dimanapun kita masuk ke komunitas baru,jadilah diri sendiri.
Terima ga terima,suka ga suka,inilah diri kita.
Inilah yang akan kita bawa sepanjang kita berada di dunia ini.
Jangan jadi bunglon.nemplok ke daun warna nya jadi daun,nemplok ke batang dia warnanya jadi batang.orang ga bisa ngeliat bunglon.
Beda kan sama air.
Kenapa bunglon mengubah warnanya?
Karena dia ngerasa terancam.jadi dia menyamakan warnanya dengan apa yang di sekitarnya.
tetapi apakah manusia perlu seperti itu?
Adakah predator yang mengancam manusia sehingga manusia harus ber kamuflase?
Tentu tidak jawabannya.
Janganlah takut menunjukkan warna mu.
Anggaplah diri kalian itu adalah baju.mungkin pasaran menginginkan warna merah.tetapi yakinlah 1:10 orang sedang menginginkan warna biru.
Apakah kita ga mau bertemu dengan seseorang yang menerima kita apa adanya seperti itu?
Tetapi jangan sama artikan dengan kita ga mau berusaha menjadi terbaik untuk diri kita dan orang lain.
Berusaha lah menjadi terbaik dengan cara kita masing-masing.
Beda ladang beda belalang
Beda kepala beda pikiran
Jadilah innovator bukan follower
Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan kok.se-sempurna-sempurnanya orang dia pasti tetap punya kelemahan.tetapi orang yang terlihat sempurna itu pintar menyembunyikan kekurangannya.sehingga kelebihannya lah yang selalu terlihat.
Jadi banggalah dengan kelebihan yang tuhan ciptakan buat kita masing-masing.
Saya yakin kok orang yang terlihat sempurna itu terkadang suka mengeluhkan hidupnya.
Maklum manusia..rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau kan? ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar