Senin, 16 Januari 2012

benar atau salah?benar untuk siapa?

Ternyata yang baru saya sadari dengan bertambahnya umur saya yang semakin ‘tua’ ini adalah saya ga bisa memandang suatu masalah dengan begitu naïf lagi.
Banyaknya problema hidup yang saya alami dan yang saya dengar dari teman-teman saya membuat saya cukup sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Benar untuk siapa?
Diri kita sendiri?
Atau untuk mereka?
Sebagai contoh jika pasangan kita memutuskan untuk berpisah dengan alasan ini yang terbaik untuk kita.
Apakah yang terlintas di pikiran kita?
“baik untuk kita?dari sisi mana?aku masih sayang sama kamu.bagaimana bisa kamu bilang ini yang terbaik untuk kita?ini hanya terbaik untuk kamu”
Bukankah itu yang terlintas?
Saya tidak menyalahkan orang-orang yang menggunakan alasan tersebut untuk berpisah dengan pasangannya.mungkin saja ia berpikir kalau hubungan yang dipaksakan ini terus di lanjutkan akan menyakiti masing-masing.jadi dia berkata kalau ini yang terbaik untuk kita.tujuan dia baik bukan?tetapi itu belum menjadi kenyataan dan itu masih di bayangan dia yang belum kita bisa lihat.
Benar atau salah itu tergantung dari sudut pandang siapa dan kondisi seperti apa.
Sekarang saya tidak hanya melihat warna hitam dan putih saja.dengan begitu banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.Saya bisa melihat yang namanya warna abu-abu.warna yang samar-samar.
Saya menempatkan posisi saya di daerah abu-abu itu.
Saya tidak berani menjudge ini salah dan itu benar.
Kelihatan plin plan sepertinya.tetapi saya ga plin plan.
Saya berusaha memahami dari kedua pihak itu.toh saya bukan tuhan yang menjudge ini salah dan ini benar.
Saya hanya manusia biasa yang mungkin suatu saat nanti saya berada di posisi yang salah tetapi menurut saya ini benar.
Terdengar keras kepala,tetapi saya cukup tahu apa yang baik untuk diri saya.
Toh baik untuk orang lain belum tentu baik buat kita dan baik untuk kita belum tentu baik untuk orang lain kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar