Beberapa dari kita mengimpikan yang namanya kawin muda. Disaat hasrat masih menggebu-gebu dalam darah muda yang diatas-namakan cinta. Kawin muda masih menyimpan pro dan kontra, Banyak sekali hal yang akan kita korban kan jika kita memutuskan untuk melakukan ‘hal itu’.
Seperti karir yang sedang menanjak dan masa muda yang ‘liar’ ,untuk alasan yang itu paling sering menjadi bahan pertimbangan yang berat, Contohnya jika kita memutuskan untuk menikah di usia 22(untuk saya itu termasuk umur yang muda karena itu baru lulus kuliah.iya kalo kuliahnya bener terus lulus umur segitu).
Terlalu disayangkan memang jika kita menikah dan mengorbankan usaha kita yang cukup besar untuk mengenyam pendidikan kuliah tersebut. bukan dari segi biaya, tapi benar-benar usaha seperti bolak-balik ke kampus dengan jam kuliah yang tidak ber-keperimahasiswaan.kuliah pertama jam 8 pagi lalu lanjut mata kuliah pada jam 2 siang. Kalo kos-an nya deket,enak bisa berleha-leha dulu di kamar yang sejuk.Kalo jauh? Terus ga bisa balik ke kos-an? Belum juga kita mengejar-ngejar dosen untuk membantu skripsi kita. COBA PIKIRKAN!!!! ( Atau harus gua Bold agar bisa lebih terlihat).
Salah satu pengalaman teman saya,dia sampai mengeluarkan duit sekian juta untuk ‘membiayai’ skripsinya itu.sunggguh tidaklah murah bukan? (Coba bayangin barapa banyak donat yang bisa gua beli di dunkin dengan uang segitu???).
Belum lagi kenyataan pahitnya kita menggugurkan cita-cita orang tua kita yang menginginkan kita sukses sebagai diri kita sendiri.
Seperti cita-cita orang tua saya.papa saya selalu berkata “papa ga bangga kalo anak papa sukses karena suaminya kaya.papa bangga kalo anak-anak papa sukses atas usahanya sendiri.karena secara ga langsung papa berhasil mencetak anak papa menjadi sukses”
Bener juga kata papa.buat apa capek-capek kita kuliah kalo ujung-ujungnya kita hanya diam di rumah dan mengurus anak?
Tetapi dengan argumen seperti itu bukan berarti saya ingin menikah di umur yang tua.
Absolutely no!!!
Saya mau nikah di umur yang pas.sekitar umur 24-27, Saya juga ingin tetap menjadi wanita karir,walaupun ada tentangan dari pihak pasangan.tetapi dengan argument yang cukup kuat akhirnya dia mengijinkan saya untuk menjadi wanita karir nantinya.
Tetapi bayangan tetaplah menjadi bayangan sampe sekarang.
Saya tetap menjadi mahasiswi dan pasangan saya masih tetaplah mahasiswa.secara umur kita hanya terpaut satu tahun lebih tua,belum lagi kenyataan bahwa Dia pun tidak siap jika harus menikah muda.
Kata dia “tindakan yang egois.kalo aku belum mapan. mau di kasih makan apa nanti anak kita?belum bisa ngebahagiain orang tua juga”.
Tetapi lain kasus jika seumuran saya sudah menemukan tambatan hati yang sudah mapan.yang sudah mampu memberi nafkah lahir dan batin.
Bukan hak saya juga untuk menjudge masalah nikah muda ini.
Masing-masing orang punya tujuan yang berbeda walaupun untuk saat ini berada di jalan yang sama. Tetapi untuk hal yang secomplicated ini sebaiknya di pikirkan secara baik-baik, Jangan hanya karena hasrat yang di namakan cinta.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar